Kamis, 17 Desember 2009

3. They Are Our New Heroes

Andrew melihat Jackson yang diserang oleh Jagter Held itu. Sinar hitam yang mengenai Jackson itu menimbulkan ledakan yang cukup keras. Andrew hanya bisa pasrah saja dan berharap kalau Jackson tidak tewas. Ia melihat dibalik asap ledakan sesosok bayangan orang berdiri dengan tangguh. Ternyata Jackson masih hidup dan berdiri tegap. Baju rugby yang ia pakai sobek-sobek, badan Jackson pun terluka cukup parah.

Jackson melepas baju rugby nya yang sudah sobek-sobek dan hancur itu. Ia hanya memakai baju kaos dan celana rugby. Luka-luka di tubuh Jackson yang cukup parah itu sembuh dengan sendirinya perlahan. Jackson bingung melihat satu per satu lukanya hilang dan tubuhnya pulih kembali menjadi seperti semula. Namun, seorang Jagter Held kembali menyerang Jackson dari belakang dengan sinar hitamnya. Andrew spontan mengeluarkan sinar putihnya untuk melindungi Jackson dari sinar hitam Jagter Held.

"apa yang barusan aku lakukan? inikah kekuatanku? sinar apa itu tadi yang aku keluarkan?" ucap Andrew
"jadi lo juga orang terpilih?" ucap Jackson
"ya gw adalah Andrew salah satu orang terpilih....lo Jackson kan?! kita harus mengalahkan para makhluk-makhluk aneh ini!" ucap Andrew
"ok! ayo kita kerja sama untuk menghancurkan mahluk-mahluk ini!"


Jackson dan Andrew berlari untuk menghindari para Jagter Held yang terus menyerangnya dengan sinar hitam. Andrew pun menghancurkan 2 Jagter Held sekaligus dengan sinar putihnya

"hei bagaimana lo bisa melakukan itu?" ucap Jackson
"melakukan apa?" ucap Andrew
"yang tadi....lo ngeluarin sinar putih itu, gw gak bisa tuh sebagai orang terpilih," ucap Jackson
"coba lebih berkonsentrasi lagi!"

Jackson mencoba berkonsentrasi. Ia menutup matanya untuk konsentrasi dan mencoba melakukan apa yang dilakukan Andrew tadi. 2 Jagter Held terbang ke arah Jackson yang berdiri itu. Tapi Jackson tidak bisa mengeluarkan sinar putih seperti yang dilakukan Andrew untuk menyerang Jagter Held. Jackson pun ditusuk oleh Jagter Held tepat di dadanya.

"Jackson!!" ucap Andrew

Jackson hanya terdiam. Ia tidak merasa sakit sedikit pun. Luka tusuk di dadanya sembuh dengan cepat

"gw ngerti! gw ngerti sekarang! kekuatan setiap orang terpilih itu beda-beda! lo bisa ngeluarin sinar putih itu tapi lo gak kebal! kalo gw gak bisa ngeluarin sinar putih tapi gw kebal dengan serangan apa pun!" ucap Jackson

"jadi begitu ya! berarti gw gak kebal!" ucap Andrew

Tiba-tiba seorang Jagter Held menyerang Andrew dengan sinar hitamnya. Andrew yang tidak siap itu sangat kaget. Ia terkena sinar hitam dengan telak. Namun, sebuah prisai pelindung yang transparan melindunginya. Ini adalah kekuatan Andrew.

"gw juga kebal Jack!" ucap Andrew
"apa?! kekuatan lo sempurna banget!" ucap Jackson
"gw orang terpilih yang paling sempurna!"

Andrew berlari mengejar 2 Jagter Held. Ia mengeluarkan sinar putihnya dan berhasil menghancurkan kedua Jagter Held itu. Jagter Held yang masih tersisa satu itu kabur dari tempat itu.

"bagus! semua sudah berhasil kita kalahkan!" ucap Andrew
"sip! kita memang gak bisa dikalahkan dengan mudah kan!" ucap Jackson

Dari jauh terdengar suara mobil polisi dan ambulan yang berdatangan menuju lapangan rugby Tornsville. Para polisi itu terlihat berlari masuk ke dalam lapangan untuk melihat apa yang terjadi disana. Jackson dan Andrew pun berlari dari tempat itu sebelum polisi mengetahui keberadaan mereka disana. Mereka tidak ingin identitas mereka sebagai orang terpilih diketahui oleh para polisi itu.

Malam itu serangan Jagter Held telah membuat lapangan rugby Tornsville hancur. Kondisi lapangan itu penuh dengan lubang dan tribun penonton pun rusak. Para polisi itu terlihat mengamankan situasi malam itu, para petugas medis pun mengangkat para korban yang terluka maupun yang sudah meninggal



Esok harinya di rumahnya Andrew sedang bersiap-siap untuk pergi ke rumah Jackson. Ia membawa tas ranselnya dan terlihat turun dari kamarnya menuju garasi rumahnya. Di ruang tengah, ibu Andrew memanggilnya

"mau kemana kamu Andrew?"
"aku mau ke rumah Jackson mah,"
"mau ngapain kamu kesana?"
"hmm....belajar bersama,"
"tumben, mamah gak percaya, emang kamu pernah belajar bersama?"
"pernah dulu mah, udah ya, udah siang, nanti aku pulang kemaleman, dah! sampai ketemu waktu makan malam ya!"

Andrew terlihat terburu-buru menuju garasi rumahnya. Ia menyalakan motor vespanya yang terdapat di garasi. Ia pun pergi ke rumah Jackson siang itu


Di rumah Jackson

Ayah angkat Jackson yang seorang pemabuk berat terlihat sedang minum minuman keras di ruang tengah rumahnya sambil menonton berita kejadian mengerikan tadi malam di lapangan rugby Tornsville.

"Jack! Jack! cepat kesini!" ucap ayah Jackson

Jackson belum terlihat turun dari kamarnya. Ayah angkatnya pun memanggilnya lagi

"Jack! Jack! cepat turun brengsek!"

Jackson terlihat turun dari tangga dan menghampiri ayah angkatnya yang mabuk itu

"ada apa sih? ribut banget! aku lagi ngerjain tugas di kamar!"
"itu lihat...berita itu....kamu kemarin malam main disana kan? cepat ceritakan bagaimana kejadiannya disana, katanya saksi-saksi disana, ada makhluk aneh yang nyerang ya?" ucap ayah angkat Jackson sambil sedikit mabuk

"aku gak tahu soal itu, pada saat kejadian itu, aku langsung lari dari lapangan itu dan pulang ke rumah,"

"oh gitu, sekarang dunia makin aneh saja,"

Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.

"siapa tuh? cepet buka," ucap ayah angkat Jackson

Jackson berjalan menuju pintu depan rumahnya, ia melihat ke jendela ternyata tamu itu adalah Andrew. Ia pun membuka pintu itu

"hai ndrew! susah gak nyari alamatnya?" ucap Jackson
"lumayan, beberapa kali gw nyasar,"
"ayo masuk,"
"ok!"

Jackson pun mengajak Andrew masuk ke dalam rumahnya. Andrew melihat ayah angkat Jackson yang mabuk itu di ruang tengah. Ayah angkat Jackson itu terlihat begitu berantakan dengan baju dan wajahnya yang kusut, ruang tengah itu pun begitu berantakan dengan botol-botol minuman keras, sampah kulit kacang dan makanan, dan beberapa minuman kaleng yang bergeletakan dimana-mana

"apa lo liatin gw?" ucap ayah angkat Jackson

Andrew pun kaget dan langsung mengikuti Jackson ke kamarnya.

Di kamar Jackson

"itu ayah lo?" ucap Andrew
"bukan, dia ayah angkat gw, dia itu sebenernya paman gw,"
"ayah sama ibu lo mana?"
"ibu gw udah meninggal dan ayah gw nikah lagi sama perempuan lain, tapi kadang dia ngasih uang ke gw untuk keperluan gw,"
"sori gw tanya-tanya,"

"gapapa, santai aja sama gw...oh iya, jadi kita mau ngapain nih? mau buat kostum kaya gimana? lo yang punya ide kan, coba lo jelasin ke gw,"

"lo tau kan para pahlawan super yang di film-film itu, mereka menggunakan kostum dan topeng untuk menutup wajah mereka, untuk merahasiakan identitas asli mereka,"
"terus, lo mau buat kostum untuk kita?"
"tepat! gimana menurut lo?"
"gw gak mau, pake baju ketat kaya gitu? males banget gw! super gak nyaman!"
"tenang! kita buat bajunya gak seketat itulah! coba lo pikir kalo kita gak pake kostum dan topeng? jadi apa kita? semua orang tahu kita ini orang terpilih, lo mau? nanti kita gampang dikenal sama semua orang,"

"betul sih, sebagai pahlawan kita harus merahasiakan identitas asli kita,"
"jadi gimana? lo setuju kan?"
"gw setuju, tapi kostumnya harus dibuat sama temen gw, dia jago banget kalo bikin baju dan kostum, banyak anak-anak band temen gw bikin kostum ke dia, gw yakin dia bisa bikin kostum buat kita,"
"ok! ayo kita kesana!"

Jackson dan Andrew pun pergi menuju tempat teman Jakcson itu


Siang itu, di rumah teman Jackson. Tempat itu adalah apartemen murah yang terdapat di pinggiran kota. Kamar-kamar yang kecil dan tidak mewah banyak terdapat di tempat itu

"ini tempatnya? dia nyewa kamar ya?"
"iya, dia udah pergi dari rumahnya dari 1 tahun lalu, setelah itu dia mulai bikin bisnis baju dan nyewa kamar ini,"
"oh gitu,"

Jackson mengetuk pintu kamar itu. Seseorang perempuan tomboy dengan gaya yang cukup nyentrik terlihat di depan pintu. Perempuan itu berambut panjang yang poni panjangnya dicat dengan warna coklat tua, ia juga memakai kaca mata yang framenya berwarna hitam, jeans gelap dengan kaos yang dibalut rompi vest kuning yang keren. Perempuan ini bernama Ceryl

"oy Jack, ada apaan?" ucap Ceryl
"gw punya kerjaan nih buat lo,"
"masuk deh,"

Andrew dan Jackson pun masuk ke dalam kamar Ceryl. Kamar itu begitu nyentrik dan berwarna. Banyak kostum-kostum keren bergantungan di "hanger" baju. Bekas-bekas kain jaitan pun terlihat berserakan di lantai. Mesin jahit yang hanya satu itu pun terlihat di atas meja yang cukup besar di pojok ruangan. Di dinding ruangan terlihat gambar-gambar foto para model pria dan wanita yang memakai baju-baju keren dengan gaya paling modern. Gambar-gambar pakaian masa kini pun terlihat banyak berserakan di kasur dan meja.

"siapa nih cowo?" ucap Ceryl
"kenalin ini temen gw, Andrew," ucap Jackson
"halo gw Andrew,"
"Ceryl, terus lo mau ngasih gw kerjaan apa Jack?"

"gw mau lo buat kostum untuk kita berdua,"
"kostum? lo nge-band sekarang? main apa lo? emang lo bisa main alat musik?"
"bukan, kostum untuk hmm...."
"kostum untuk acara pesta sekolah, ya pesta sekolah," ucap Andrew menyelak
"pesta sekolah? boleh...lo mau buat kostum kaya gimana?"
"kaya superhero!" ucap Andrew

"superhero? serius lo?"
"serius gw, kostum superhero kaya yang di tv itu," ucap Andrew
"ok, bisa lo kasih tau kaya gimana design bajunya?"
"ok,"

Andrew, Jackson dan Ceryl pun terlihat berdiskusi untuk membuat kostum itu, mereka terlihat membicarakan model baju, warna dan bahan yang akan mereka pakai. Setelah kurang lebih 1 jam mereka pun selesai berdiskusi

"mau kapan selesai nih baju? yang gini mah agak susah," ucap Ceryl
"malam ini bisa?" ucap Jackson
"bisa, bayarannya 2 kali lipat tapi,"
"yah, elo sama temen juga, diskon lah," ucap Jackson

"lo gak kasian sama gw Jack? gw lagi sepi orderan nih,"
"yah...lo juga gak kasian sama kita? 2 baju kaya gitu dengan harga $50 tuh mahal banget, apalagi 2 kali lipat,"
"yaudah deh, gak 2 kali lipat tapi gw dapet bonus uang tips dong, gw harus kerja cepet nih kalo jadinya ntar malem,"

"ok deh, gw lebihin $5, gimana?"
"ah pelit banget lo, yaudah...cepet cabut sana, gw mau kerja nih,"
"ok! thanks banget ya Cer!" ucap Jackson
"sip!" ucap Ceryl sambil tersenyum kecil

Jackson dan Andrew pun pergi meninggalkan kamar Ceryl, mereka menuju motor mereka untuk segera pulang

"lo yakin dia bisa buat kostum itu?" ucap Andrew
"yakin, dia itu berbakat banget, banyak banget anak-anak band yang bikin baju ke dia, kadang-kadang malah orang-orang pemilik distro bikin baju dari dia karena model baju dia tuh modern banget terus gak pasaran, pokoknya lo tenang aja deh,"
"sip deh,"

Tiba-tiba handphone Andrew berbunyi, ia mengambil handphonenya dan mengangkat telepon itu

"kenapa Sin?" ucap Andrew
"lo dimana ndrew?"
"gw lagi sama Jackson,"
"Jackson pemain rugby itu? lagi ngapain?"
"gak... lagi belajar bareng aja,"
"oh gitu, gw cuma mau nanyain kabar lo aja, kan kemarin malam lo masuk ke lapangan itu, gw takut ada apa-apa aja sama lo,"
"gw gapapa ko, tenang aja,"
"bagus deh, lo mau temenin gw gak?"
"temenin? kemana?"
"ayah gw besok ulang tahun, gw mau beliin dia kado nih, temenin gw ke mall Halley yuk"
"oh gitu, yaudah gw ke rumah lo sekarang ya, lo siap-siap aja, paling gw sekitar 30 menit sampai,"
"ok! sampai ketemu ya! dah!"

Sindy menutup telepon itu

"siapa ndrew? pacar lo?" ucap Jackson
"bukan, temen gw si Sindy,"
"oh yang tomboy itu bukan? yang pake topi terus kan kalo ke sekolah? yang rambutnya panjang itu kan?
"ya lo tau?"
"tau sih, tapi gak kenal,"
"oh gitu, yaudah deh gw mau ke rumah Sindy dulu mau jemput dia, mau ke mall Halley gw,"
"ok sampe ketemu lagi bro!"

Jackson pun menyalakan motor sport kerennya dan pergi meninggalkan Andrew. Andrew menyalakan motor vespanya itu. Ia bersusah payah menyalakan motornya itu. Ia pun mengendarai motornya dengan pelan, walaupun ia sudah memutar gasnya dengan penuh, motornya tidak akan bisa melaju kencang seperti motor sport keren milik Jackson



Tidak lama, Andrew pun sampai di rumah Sindy. Andrew membunyikan klakson motornya dan Sindy pun terlihat keluar dari rumahnya. Sindy menggunakan sweater biru tua dengan celana jeans. Ia juga memakai syal yang menggulung di lehernya. Rambut panjang Sindy diikat membentuk buntut kuda. Sindy berjalan mendekati Andrew dan memakaikan syal ke leher Andrew

"syal? kenapa?"
"hari ini dingin, pake syal itu untuk menghangatkan badan,"
"ooh,"

Andrew pun menjalankan motornya dan menuju Mall Halley sore itu.



Di Mall Halley jam 4 sore

Keadaan mall di minggu sore itu cukup ramai. Banyak orang-orang yang ingin berbelanja di mall itu, ada yang hanya ingin berkumpul dengan teman-teman dan keluarganya sambil menghilangkan penat. Ada juga yang ingin menonton film terbaru yang tayang di bioskop sore itu. Andrew dan Sindy terlihat sedang berjalan bersama di mall yang cukup besar itu

"kado yang bagus untuk papah apa ya?" ucap sindy
"papah lo suka apa? kalo baju gimana?"
"baju? boleh juga si, tapi ada yang lebih bagus gak ya,"

Sindy terus mencari kado yang cocok untuk ayahnya dan Andrew pun terus menemani Sindy.

"gw tahu apa yang cocok ndrew!"
"apa?"
"udah lama banget ayah gw pengen jam tangan baru, gw beliin itu aja gimana?"
"bagus tuh, beli aja,"

Sindy pun mencari jam tangan untuk ayahnya. Ia pun pergi ke toko jam dan berusaha mencari yang cocok untuk ayahnya dan menemukan jam yang cukup mahal yang menurutnya cocok untuk ayahnya

"jam yang itu? itu mahal kan, emang lo punya duit?"
"pas banget uangnya kalo beli jam yang ini, gw udah nabung lama jadi uangnya pas,"
"perhatian banget lo sama ayah lo, salut gw,"
"siapa lagi yang bisa perhatiin ayah kita selain anaknya kan? pak tolong bungkus jam yang itu,"
"iya sih,"


Sindy dan Andrew keluar dari toko jam itu. Sindy terlihat senang karena sudah mendapatkan kado yang cocok untuk ayahnya. Sindy pun mengajak Andrew untuk pulang ke rumah. Mereka menuju motor vespa Andrew yang terdapat di parkiran mall.

Andrew dan Sindy terlihat keluar dari mall itu dengan motor vespa milik Andrew, mereka menuju jalan raya, pada saat mereka sedang mengendarai motor di jalan raya, tiba-tiba ada gempa yang cukup kencang dan membuat semua orang di sekitar jalan itu panik malam itu. Gempa itu semakin kencang dan membuat bangunan sekitar mulai runtuh dan jalanan pun retak sehingga mobil-mobil banyak yang bertabrakan di jalan raya karena jalanan yang rusak.

Teriakan orang-orang pun terdengar keras malam itu karena gempa yang begitu menakutkan, suara raungan keras terdengar begitu mengerikan. Orang-orang itu heran dan bingung dengan suara raungan keras yang mengerikan itu. Mereka tidak tahu suara raungan apa itu. Mereka pun melihat sinar merah menyala membentuk garis lurus ke langit dan membuat langit itu menjadi mendung. Bintang-bintang pun tidak terlihat karena ditutup oleh awan hitam itu. Petir-petir terlihat menyala dan menyambar ke jalan raya dan membuat ledakan keras. Malam itu begitu mengerikan

Angin bertiup sangat kencang dan membuat orang-orang itu berterbangan melayang dan terlempar, gedung-gedung mulai runtuh dan mobil-mobil pun ikut beterbangan. Ternyata sinar merah itu berasal dari lubang meteor yang tempo hari jatuh yang berbentuk simbol aneh itu.
Dari lubang meteor itu terlihat sebuah makhluk mengerikan keluar dan meraung dengan keras

Makhluk itu berbentuk cukup besar dan tingginya setara dengan 4 lantai gedung. Badannya besar dengan kulitnya yang hitam. Makhluk itu bertaring besar dengan bola mata yang merah. Makhluk ini adalah jenis Golem yang berbadan besar dan membawa tongkat batu berbentuk godam besar yang sangat keras

Golem dulunya adalah salah satu kaki tangan Raja Evolin yang dikutuk karena tidak menjalankan perintah Raja Evolin dengan benar. Ia tadinya manusia dan karena ia tidak bisa menjalankan perintah Raja Evolin, ia pun dikutuk menjadi monster aneh yang sering dikenal dengan nama Golem. Karena Golem ini bodoh, Raja Evolin dulu menggunakannya untuk perang melawan kerajaan lain.

Sekarang Golem dikirim oleh Raja Evolin untuk menghancurkan bumi ini. Makhluk mengerikan ini tidak punya pikiran yang jernih sehingga ia akan berpikir untuk menghancurkan semua yang ada disekitarnya.


Orang-orang itu langsung berteriak dan lari tunggang langgang ketika melihat Golem meraung dan mulai menghancurkan gedung-gedung disekitarnya. Para pengendara mobil itu pun meninggalkan kendaraan mereka untuk menghindari monster mengerikan itu.

Golem terus menghancurkan gedung-gedung itu, sesekali ia mengambil mobil dan melemparnya. Ia juga terus meraung dan berlari sambil membuat kerusakan. Para polisi terlihat berdatangan. Mobil-mobil polisi berhenti tepat di depan monster besar itu

"cepat tembak!" ucap salah satu polisi

Semua polisi itu pun menembak Golem tanpa ragu. Tembakan mereka semuanya mengenai tubuh Golem yang besar itu, namun Golem itu hanya meraung dan tidak merasakan apa-apa. Golem itu menendang sebuah kendaraan dan kendaraan itu terlempar mengenai para polisi itu.

"cepat lari! cepat panggil militer! kita butuh senjata yang lebih besar!" ucap salah seorang polisi

Para polisi itu pun lari untuk menyelamatkan diri, mereka tidak sanggup mengalahkan Golem yang besar itu. Golem itu terus membuat kerusakan, tidak ada orang yang bisa menghentikannya.



Malam itu, Jackson terlihat mengendarai motornya dengan cepat, ia melihat dari jauh, Golem membuat kerusakan di tengah kota. Ia mencari Andrew yang sedang berada di dekat Golem sedang mengamuk itu. Sementara itu, Andrew terlihat bersama Sindy dan kumpulan orang yang sedang menyaksikan keganasan monster besar Golem.

"Sin lo pulang aja! cepat tinggalkan tempat ini! gw gak bisa nganterin lo sekarang!"
"tapi gw gak bisa pulang sendiri! lo juga harus pulang ndrew! ayo kita pulang!"
"gw gak bisa! gw harus disini! gw nunggu Jackson!"
"lo emang mau apa? polisi pun gak bisa apa-apa! kita harus pergi dari tempat ini!"
"gw bisa Sin! lo gak tahu siapa gw sebenarnya!"
"apa? apa maksut lo ndrew!"
"gw ini...gw..."

Jackson terlihat berlari dan menghampiri Andrew, ia sudah membawa kostum yang dibuat Ceryl itu. Jackson melihat Andrew sedang berbicara dengan Sindy

"gw sebenernya..."
"ndrew cepet ikut gw! gw udah bawa kostumnya!" ucap Jackson

"Sin gw harus ikut Jackson! lebih baik lo pulang aja! disini berbahaya!"

Andrew pun berlari mengikuti Jackson ditengah keramaian orang itu. Sindy hanya terdiam melihat Andrew pergi. Ia sangat kecewa dengan Andrew yang tidak mempedulikan perkataannya dan meninggalkannya begitu saja


Golem itu meraung keras, ia memukul jalanan dengan godam besar yang ia bawa dengan sangat kencang sampai membuat jalanan itu hancur. Para pasukan militer pun berdatangan untuk melumpuhkan monster besar ini. Mereka menggunakan pesawat tempur dan tank-tank.

Sebuah tank itu menembak Golem tepat di punggungnya, Golem itu meraung kesakitan dan berlari. ia berlari dan mengambil Sindy yang sedang berlari bersama orang-orang itu. Sindy teriak sangat kencang malam itu, ia telah dibawa oleh monster mengerikan. Sindy terus berteriak dan berharap ada seseorang yang bisa menyelamatkannya.

Golem itu berlari menjauh dari tank-tank yang terus menembaknya. Ia memukul hancur 2 tank itu dengan godam batunya. Golem itu melihat ke langit, ia melihat beberapa pesawat tempur terbang dengan cepat. Merasa terancam, Golem itu pun berlari menuju tengah kota yang ramai dengan kendaraan. Di tengah-tengah kota terdapat air mancur besar dan jalannya pun berputar mengelilingi air mancur itu.


Sebuah kendaraan bus yang penuh dengan orang itu sedang mengantri di jalanan karena macet. Para penumpang itu terlihat tenang, mereka tidak tahu bahwa monster besar dan ganas sedang berlari menuju ke arah mereka. Supir bus itu terdiam dan melamun, lalu ia mengernyitkan matanya dan sangat bingung ketika melihat sebuah mobil sedan melayang dengan kencang menuju busnya. Supir bis itu teriak dengan kencang dan tewas seketika setelah mobil sedan itu mengenai bagian depan bus. Bagian depan bus itu hancur karena tertimpa mobil sedan itu. Para penumpang di bus itu pun berteriak dengan kencang. Mereka melihat monster besar yang mengerikan.


Para pilot pesawat tempur itu pun tidak bisa menembak karena terlalu banyak orang-orang sipil yang tidak berdosa disana. Pesawat tempur itu hanya berputar-putar di langit

Di dalam pesawat tempur

"kami tidak bisa menembak! terlalu banyak orang sipil disana! kita harus membawa dia ke tempat yang lebih sepi!"
"tidak bisa! itu terlalu sulit! kalau begitu biar tim helikopter yang melumpuhkannya!"


Tim helikopter polisi itu pun terlihat terbang dengan cepat menuju tengah kota. Jumlah helikopter itu ada 3 buah.

Di dalam helikopter

"kami siap menembak! target sudah terkunci!"
"baiklah, tembak sekarang!" suara dari radio helikopter

Ketiga helikopter itu menembakkan roketnya secara bersamaan. Roket-roket itu menuju Golem dengan sangat cepat. Golem yang sedang membuat kerusakan di tengah kota kaget ketika melihat tiga roket dengan cepat terbang ke arahnya. Ia meraung dan menghindari 2 roket itu. Kedua roket itu mengenai dua buah gedung dan langsung membuat gedung itu runtuh. Satu roket sisanya itu ditangkap oleh Golem dan dilempar balik ke helikopter polisi. Helikopter polisi itu pun meledak dan hancur berkeping-keping


Di pinggiran jalan, terlihat reporter sedang melaporkan langsung kejadian mengerikan di malam itu. Terlihat seorang reporter wanita sedang berbicara dengan "microphone" dan menghadap ke kamera

"pemirsa! serangan monster ini begitu mengerikan! para polisi dan pihak militer tidak bisa menghentikannya! monster ini juga membawa seorang gadis muda di tangannya! lihat gadis itu terus berteriak dan sangat ketakutan! monster itu sekarang naik ke sebuah gedung yang tinggi! lihat di atas sana! siapa yang bisa mengalahkan monster ini? siapa yang bisa menolong kita!!"

Kameraman itu pun mengarahkan kameranya ke atas gedung. Golem itu meraung dengan keras di atas gedung. Ia melihat Sindy yang menangis itu ditangannya. Golem itu meraung dan melempar Sindy dengan kencang ke bawah. Sindy pun terlempar dengan cepat ke jalan raya di bawah. Semua orang sekitar berteriak kencang dan suasana pun begitu mencekam

Tiba-tiba seseorang terbang dengan cepat dan menangkap Sindy yang hampir jatuh ke jalan raya itu. Ia menaruh Sindy di jalanan itu. Sindy melihat pria itu, pria itu memakai topeng yang menutup matanya. Pria itu tersenyum kepadanya dan Sindy pun membalas senyuman itu. Pria itu langsung terbang ke atas untuk mengalahkan Golem ini. Pria ini adalah Andrew

Para orang-orang sipil itu pun bersorak ketika pria asing bertopeng itu menyelamatkan Sindy dan terbang ke atas gedung untuk mengalahkan Golem ini.

"pemirsa! seorang pria bertopeng hitam tak dikenal terbang menyelamatkan gadis itu! dan dia sekarang terbang ke atas gedung itu! siapakah dia? apakah dia superman?" ucap reporter wanita itu

Andrew sudah menggunakan kostumnya. Ia memakai topeng hitam yang menutup dahi sampai matanya, topeng itu juga menutup bagian belakang kepalanya dan berbentuk lancip di bagian belakang. Baju Andrew pun berbentuk cukup ketat berwarna silver hitam yang terlihat sangat keren.


Di atas gedung itu, Golem melihat Andrew terbang tepat di depannya. Lalu Golem itu meraung keras tanda membenci Andrew. Ia mengayunkan godam besarnya ke Andrew. Andrew pun menghindar dan menyerang Golem dengan sinar putihnya. Golem itu terkena telak dan langsung jatuh dari gedung itu ke jalan raya dengan keras. Ia meraung kesakitan.

Dari sisi jalan sebelah kanan terlihat seorang pria mengendarai motornya dengan cepat. Dia adalah Jackson. Jackson menggunakan motor sportnya dan karena kemampuan khususnya, ia bisa merubah motor itu menjadi lebih keren dan mengeluarkan api dari knalpotnya yang berjumlah banyak itu. Motor itu memiliki senjata di samping-sampingnya. Jackson menyerang Golem yang terjatuh itu dengan senjata yang ada di motornya. Senjata itu berbentuk laser merah dan mengenai bagian tubuh Golem dengan telak sampai tembus dari tubuhnya. Golem itu pun langsung lumpuh dan tewas.

Andrew dan Jackson telah berhasil mengalahkan Golem malam itu

"kerja yang bagus Jack!"
"kita berhasil lagi!"

Jackson menggunakan kostum yang lebih nyentrik. Ia menggunakan sayap merah di punggungnya. Bajunya berwarna hitam dengan sedikit warna merah darah yang menghiasai baju itu dan membuat baju itu tampak keren. Jackson menggunakan topeng merah yang hanya menutupi matanya saja.

Para orang-orang sipil itu bersorak dan berlari menuju dua jagoan yang menaklukan Golem yang ganas itu. Mereka menyambut kedua jagoan itu yang sudah berjasa malam itu. Mereka terlihat begitu kagum dengan kedua jagoan itu. Sindy terlihat diantara orang-orang sipil itu. Ia pun terlihat begitu kagum dengan jagoan yang tadi telah menyelamatkannya yang tidak lain adalah Andrew, namun Sindy tidak tahu kalau jagoan yang menyelematkannya itu adalah Andrew.

Seorang reporter wanita menghampiri kedua jagoan itu

"bagaimana anda bisa mengalahkan monster itu? siapa sebenarnya anda ini?"
"saya ini orang terpilih, panggil saya Super Jack!" ucap Jackson begitu sumringah
"kalau anda...siapa nama anda?" ucap reporter itu bertanya kepada Andrew
"maaf saya harus pergi, Jack ayo kita harus pergi!"
"hah? pergi? sekarang?"
"iya! lo gila ya! semua orang tahu tentang kita! kita harus pergi!"
"ah, ga asik nih,"

Andrew pun terbang meninggalkan kumpulan orang-orang sipil yang begitu kagum melihat jagoan baru mereka itu. Jackson terlihat bersiap pergi dengan motor kerennya, Jackson melambaikan tangannya kepada para penggemar barunya itu. Lalu ia mengendarai motornya dengan cepat dan hilang di kejauhan. Malam itu dua jagoan baru telah muncul untuk menyelamatkan bumi ini dari para makhluk-makhluk jahat yang bermunculan. Kemunculan Golem ini menandakan kejahatan Raja Evolin yang semakin menjadi setiap harinya. Di tempat yang tidak diketahui, Raja Evolin terus mengawasi para manusia ini. Suatu saat ia akan muncul ketika waktunya sudah tepat untuk menguasai dunia ini

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar